Menyongsong RSBI, SMAN 1 Jereweh adakan Training Motivasi UN 2012

Tanpa terasa setahun berlalu sudah. Di tahun 2011 yang lalu SMAN 1 Jereweh melaksanakan training yang serupa. Hamdon, S.Pd mengungkapkan "Siswa kami merasakan dampak yang luar biasa setelah mengikuti training motiviasi di tahun 2011 yang lalu, sehingga atas permintaan siswa kami menyelenggarakannya kembali." ujarnya.

Master Trainer Aan Widhi Atma tengah menyampaikan materi
Selain itu juga, dalam rangka menyongsong RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) di tahun 2012 ini SMAN 1 Jereweh tengah menyiapkan segala perlengkapannya."Kami harus bersilaturahmi ke Bupati, DPRD untuk mensosialisasikan kabar gembira ini. Memang butuh kerja keras dan dukungan seluruh elemen daerah agar RSBI SMAN 1 Jereweh bisa terealisasi" ujarnya.

Foto bersama Kepala Sekolah, Hamdon, S.Pd
Hamdon juga menyampaikan bahwa setelah terbentuk RSBI maka program training sejenis ini juga perlu ditingkatkan dengan tema kreatif lainnya. Semoga kerjasama yang telah terjalin dengan Synergy Partner ini mampu membawa peningkatan kualitas SDM siswa di SMAN 1 Jereweh.
Bravo SMAN1 Jereweh!

KNPI Sumbawa Barat gandeng Synergy Partner Adakan Road Show Training Motivasi UN 2012

Ada yang berbeda di tahun 2012 ini. Synergy Partner Training & Consulting digandeng oleh KNPI Sumbawa Barat untuk Road Show Training Motivasi untuk SMP-SMA se kabupaten Sumbawa Barat.

Foto bersama Ketua KNPI KSB
 Bertempat di Aula SMAN 1 Taliwang training motivasi ini berlangsung pada tanggal 3 Maret 2012. Diikuti oleh sekitar 200 peserta, acara training ini berlangsung sangat motivasional.
Siswa SMAN 1 Taliwang

Insyaallah kami yakin Lulus!

Melangkah Pasti Hadapi Ujian Nasional

Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Jereweh Kabupaten Sumbawa Barat, training motivasi UN diikuiti seluruh siswa kelas XII. Terlihat penuh antusias mereka mengikuti pelatihan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari. Acara ini dibuka oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Jereweh yakni Hamdon, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa perlu adanya motivasi kepada siswa-siswa dalam menghadapi Ujian Nasional. “Kami dari guru-guru sudah mempersiapkan kemampuan intelektual mereka, tinggal mental dan spiritual yang harus ditambah melalui training ini” ujarnya.
Sambutan Kepala Sekolah SMAN 1 Jereweh
Training yang diisi oleh Aan Widhi Atma, MM dari lembaga pelatihan Sumber Daya Manusia Synergy Partner. Trainer muda berbakat ini mampu membuka aura semangat para siswa. Tidak hanya mental, tetapi spiritual juga dilatih agar siswa terbiasa melibatkan Tuhan dalam meraih kesuksesan. “Semua mungkin jika kita benar-benar menginginkannya dan Tuhan mengizinkannya” tegasnya. 
Seluruh siswa tengah menyimak materi
Selain itu Mas Aan (sapaan akrap) juga menekankan agar mengetahui strategi dalam melanjutkan  pendidikan. Terdapat banyak jalur untuk melanjutkan pendidikan. Bisa lewat tes melalui Ujian SNMPTN, hingga tanpa tes dengan mengikuti program PMDK. Ada juga pilihan program kerjasama antara pemerintah daerah dengan Perguruan Tinggi Negeri.  Yang tidak kalah pentingnya adalah apakah harus memilih Diploma atau Sarjana.  Dimana kelebihan dan kekurangannya? Semua dibahas tuntas dalam training ini.

Nuansa training dikemas semenarik mungkin. Tidak hanya arahan yang berupa ceramah tetapi diselipkan dengan humor-humor mendidik dan cerita motivasi. Penggunaan media audio visual sangat dioptimalkan dalam training ini. Games-games motivasi juga menyelingi diantara bab-bab materi pelatihan. Sehingga tidak heran jika selama 4 jam para siswa enggan beranjak sedikitpun dari tempat duduk mereka.
Sesi renungan spiritual
Nah disesi terakhir para siswa diajak untuk merenung sejenak tentang diri mereka, orang tua mereka dan mengapa mereka harus berjuang untuk lulus ujian akhir nasional ini. Apa sebenarnya makna kesuksesan itu? Mengapa mereka harus sukses semuda mungkin? Dengan diiringi lantunan musik instrumental dan kalimat-kalimat renungan yang menyentuh hati membuat para siswa meneteskan air mata. Mereka menangis karena seakan baru menyadari akan kelalaian dalam belajar, tidak menghargai pengorbanan orang tua hingga lupa dengan kekuasaan Tuhan.
Foto bersama kepala sekolah dan bapak/ibu guru

Foto bersama siswa-siswi SMAN 1 Jereweh
Diakhir acara, para siswa beserta guru saling bersalaman dan bermaafaan serta foto bersama. Nampak wajah keoptimisan mereka dalam menapaki masa depan. Kini mereka sudah tahu strategi merencanakan keberhasilan dengan cerdas. Dan Ujian nasional? Siapa takut?!

SMAN 1 Taliwang Gelar Training Motivasi Menghadapi Ujian Akhir Nasional

Saat-saat yang mendebarkan semakin mengganggu pikiran beberapa siswa yang menyadari bahwa Ujian Nasional sudah di depan mata. Sekitar kurang 2 bulan lagi mereka akan menghadapi Ujian Nasional sebagai salah satu satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.

Nampak Bpk. Drs. Syaifuddin Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Taliwang sedang memberikan sambutan
UN yang sering digembar-gemborkan di media massa perlahan-lahan menjadi momok yang ditakuti oleh siswa-siswa SMAN 1 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat. Untuk menanggapi hal tersebut maka sekolah mengadakan Training Motivasi untuk kelas 12 yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2011 bertempat di Aula SMAN 1 Taliwang mulai pukul 08.00-13.00 wita. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas 12 sejumlah sekitar 250 orang dari jurusan IPA dan IPS. Adapun pemateri yang mengisi adalah Bpk. Aan Widhi Atma, MM yang merupakan Trainer bidang sumber daya manusia dari lembaga konsultan Synergy Partner Training & Consulting.
Peserta Training Motivasi tengah mendengar materi

Training motivasi menghadapi UN ini dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, dibahas tentang persiapan mental menghadapi UN. Pada sesi ini siswa diajak untuk membuka gembok ketidakbisaan melalui simulasi fun game yang bermakna. Selain itu juga bagaimana menghujamkan virus "anything is possible if you really want to” sehingga setiap siswa menjadi yakin dengan kekuatan yang ada pada diri mereka yang sebelumnya tidak tergali. “Mensugesti diri dengan mengatakan aku bisa lulus jika aku mengingikannya dan Tuhan mengijinkannya adalah salah satu teknik untuk membuka gembok ketakutan dan ketidakbisaan pada diri” demikian ungkap Alumnus Magister Manajemen Universitas Brawijaya ini.
Nuansa Fun Games membuat peserta semakin bersemangat
Games mematahkan 2 pensil dengan satu jari mampu mendobrak
minset tentang ketidakmungkinan
Sesi Kedua, dikupas habis tentang strategi memasuki dunia kerja dan mengenal dunia perkuliahan. Setiap siswa dianjurkan harus sudah punya pilihan mau kemana setelah lulus SMA? Memilih kerja atau kuliah, atau kerja sambil kuliah bahkan bisa langsung menjadi pengusaha. Tidak ada kata lain selain melanjutkan pendidikan. Di Taliwang sudah ada Universitas Cordova yang memberikan biaya gratis bagi putra KSB yang ingin kuliah, sehingga tetaplah optimis menatap masa depan, demikian kata trainer muda ini.

Para siswa tengah menikmati sesi renungan spiritual
Diakhir sesi renungan mereka saling berpelukan untuk
meminta maaf kepada teman dan guru

Sesi Ketiga, diisi dengan renungan bagaimana mengokohkan ruh spiritual kepada yang Maha Kuat. Aan menambahkan bahwa tidak cukup mental saja yang perlu dibenahi. Fakta menunjukkan bahwa banyak siswa yang sudah mempersiapkan ujian dengan matang, tetapi masih dihantui rasa takut, cemas, dan was-was. Hal ini membutuhkan sentuhan motivasi spiritual agar adik-adik mampu memasrahkan segala persiapan yang dilakukan kepada Allah SWT yang memberi ketenangan. Di sini dibutuhkan cara-cara agar Allah SWT berkenan memberikan ketenangan itu pada diri setiap individu.
Berfoto bersama trainer dan wakil kepala sekolah
Ajungan jempol menandakan SMAN 1 Taliwang siap menghadapi UN 2011
Bravo SMAN 1 Taliwang

Respon positif juga disampaikan Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Taliwang, Bapak Drs. Syaifuddin atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengatakan “Luar Biasa...! Kegiatan motivasi seperti ini mampu membuka mindset para siswa tentang perencanaan kehidupan mereka setelah lulus SMA. Lulus saja tidak cukup untuk membahagiakan orang tua, tetapi mereka harus bisa mengangkat kehidupannya menjadi lebih baik dari sekarang”.    

Training Motivasi Hadapi UN SMKN 2 Sumbawa Mampu Bangkitkan Daya Juang Siswa


Saat-saat yang mendebarkan semakin mengganggu pikiran beberapa siswa yang menyadari bahwa Ujian Nasional sudah di depan mata. Sekitar kurang 2 bulan lagi mereka akan menghadapi Ujian Nasional sebagai salah satu satu syarat untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
  
Nampak Bpk. Drs. Ahmad Yani, MT (tengah) Kepala Sekolah SMKN 2 Sumbawa sedang memberikan sambutan


UN yang sering digembar-gemborkan di media massa perlahan-lahan menjadi momok yang ditakuti oleh siswa-siswa SMKN 2 Sumbawa. Untuk menanggapi hal tersebut maka sekolah mengadakan Training Motivasi untuk kelas 12 yang diadakan pada hari Sabtu tanggal 29 Januari 2011 bertempat di Aula SMKN 2 mulai pukul 08.00-10.00 wita. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kelas 12 sejumlah sekitar 250 orang dari berbagai jurusan. Adapun materi dibawakan oleh Bpk. Aan Widhi Atma, MM yang merupakan Trainer bidang sumber daya manusia dari lembaga konsultan Synergy Partner Training & Consulting.

Training motivasi menghadapi UN ini dibagi menjadi tiga sesi. Pertama, dibahas tentang persiapan mental menghadapi UN. Pada sesi ini siswa diajak untuk membuka gembok ketidakbisaan melalui simulasi fun game yang bermakna. Selain itu juga bagaimana menghujamkan virus "anything is possible if you really want to” sehingga setiap siswa menjadi yakin dengan kekuatan yang ada pada diri mereka yang sebelumnya tidak tergali. “Mensugesti diri dengan mengatakan aku bisa lulus jika aku mengingikannya dan Tuhan mengijinkannya adalah salah satu teknik untuk membuka gembok ketakutan dan ketidakbisaan pada diri” demikian ungkap Alumnus Magister Manajemen Universitas Brawijaya ini.


Suasana interaksi dengan peserta saat penyampaian materi

Sesi Kedua, dikupas habis tentang strategi memasuki dunia kerja dan mengenal dunia perkuliahan. Setiap siswa dianjurkan harus sudah punya pilihan mau kemana setelah lulus SMK? Memilih kerja atau kuliah, atau kerja sambil kuliah bahkan bisa langsung menjadi pengusaha. Lulusan SMK memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan SMA yakni berpeluang untuk sukses dibidang akademik maupun bidang usaha, sehingga tetaplah optimis menatap masa depan, demikian kata trainer muda ini.

Sesi Ketiga, diisi dengan renungan bagaimana mengokohkan ruh spiritual kepada yang Maha Kuat. Aan menambahkan bahwa tidak cukup mental saja yang perlu dibenahi. Fakta menunjukkan bahwa banyak siswa yang sudah mempersiapkan ujian dengan matang, tetapi masih dihantui rasa takut, cemas, dan was-was. Hal ini membutuhkan sentuhan spiritual agar adik-adik mampu memasrahkan segala persiapan yang dilakukan kepada Allah SWT yang memberi ketenangan. Di sini dibutuhkan cara-cara agar Allah SWT berkenan memberikan ketenangan itu pada diri setiap individu.




Para siswa SMKN 2, tengah khusyu menikmati sesi renungan diakhir acara

Respon positif juga disampaikan Kepala Sekolah SMKN 2 Sumbawa, Bapak Drs. Ahmad Yani, MT atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau mengatakan “Kegiatan motivasi seperti ini mampu membuka mindset para siswa tentang perencanaan kehidupan mereka setelah lulus SMK. Lulus saja tidak cukup untuk membahagiakan orang tua, tetapi mereka harus bisa mengangkat kehidupannya menjadi lebih baik dari sekarang”.    

Standar Kelulusan UN 2011

Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) bersama Kementerian Pendidikan Nasional dan Komisi X DPR memutuskan, tahun 2011 tetap ada Ujian Nasional (UN). Pelaksanaannya direncanakan pada April dan Mei 2011, mundur sebulan dibanding tahun lalu yang dilaksanakan Maret-April. Sedang standar nilai UN pada tahun ini direncanakan masih sama dengan tahun lalu, yakni 5,5 untuk SMP/ SMA.
Demikian disampaikan Ketua BSNP Djemari Mardapi, Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal dan Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairil Anwar di Lokakarya Ujian Nasional (UN) di Hotel Niko Jakarta, Jumat (15/10) petang.
Diakui Ketua BSNP Djemari Mardapi, pelaksanaan UN tahun lalu ada kekurangan. Karena itu tahun depan diupayakan ada penyempurnaan. Seperti tentang kriteria kelulusan untuk sekolah yang telah mencapai standar nasional pendidikan atau kategori mandiri ditentukan oleh BSNP. ”Sementara untuk yang belum memenuhi standar ditentukan oleh masing-masing provinsi,” jelasnya .

Untuk jenjang SMA/MA/SMK akan didelegasikan pelaksanaannya pada perguruan tinggi yang diselenggarakan pemerintah dengan dibantu oleh dinas pendidikan dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). Sedang untuk tingkat SMP dan MTs dilakukan oleh dinas pendidikan provinsi dan kota. Mengenai kecurangan UN tahun lalu, yakni mengenai pencetakan bahan UN harus dilakukan oleh perusahaan yang memenuhi kriteria dan sebaiknya dilakukan pada rayon seperti rayon Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia Timur. ”Pencetakan bahan UN SMA, MA dan SMK dilakukan perguruan tinggi negeri,” ungkapnya. Pihaknya juga akan meniadakan tim pemantau independen yang bertugas memantau pelaksanaan UN untuk SMP dan MTs dan akan diserahkan pada Dinas Pendidikan dan kabupaten.

Sedang Wamendiknas Fasli Jalal menegaskan, UN wajib dilaksanakan pada semua satuan pendidikan karena amanat dari PP No 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Mengenai anggaran akan dibicarakan lebih lanjut bersama komisi X DPR. Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi X DPR Rully Chairil Anwar menyatakan, berdasarkan hasil analisis panitia kerja UN yang diketuainya diketahui beberapa kelemahan UN. Kelemahan itu seperti standar mutu satuan pendidikan belum sama antara kota dan pedalaman. Standarisasi ruang kelas, sarana prasarana dan guru belum sama sehingga tidak adil jika UN dilakukan secara seragam di tiap kota.
Kelemahan kedua, APBN untuk pendidikan sebanyak 20 % senilai Rp 243 triliun belum mampu mengatasi pembiayaan perbaikan mutu standar satuan pendidikan. Ini dikarenakan postur anggaran pendidikan tidak dikelola dengan tepat. ”Kami akui, komisi X belum mampu memperbaiki postur anggaran pendidikan itu,” tambahnya. 
Rully menambahkan, penyelenggaraan UN yang serentak juga berpengaruh pada teknis penyelenggaraan seperti pencetakan dan distribusi soal. Menurutnya, adanya kebocoran dan kecurangan sangat berpengaruh pada kredibilitas standar UN dan mutu pendidikan nasional. Sementara bentuk soal pilihan ganda tidak mendorong anak untuk berkonsentrasi penuh untuk belajar dan hanya mengandalkan bimbingan belajar. Selain itu soal multiple choice menyebabkan anak tidak menguasai pelajaran pada semester akhir dan hanya menggiring siswa untuk menghapal dan menghitung. ”Kenyataannya banyak siswa yang menderita gangguan psikologis dan merasa banyak ketidak adilan pada UN,” imbuhnya.
Standar 5,5 berlaku sejak UN 2009
Mulai tahun 2009 Pemerintah mematok nilai minimal 5,50 untuk enam mata pelajaran. Nilai minimum tersebut berlaku untuk sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK. Sedangkan untuk standar nilai kelulusan di tingkat SD, saat ini belum ditentukan, masih dibahas di Departemen Pendidikan.
Kenaikan Standar Kelulusan UN Tampak Berat untuk NTT
Kenaikan standar nilai ujian nasional (UN) dari 5,25 menjadi 5,5 pada UN tahun 2009 semakin memberatkan tingkat kelulusan di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketika pemerintah memberlakukan standar kelulusan 5,25 saja daerah ini berada pada urutan terakhir dari seluruh provinsi.
Pengamat Pendidikan Nusa Tenggara Timur (NTT), John Manulangga, di Kupang menilai, Peraturan Pemerintah Nomor 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan ditetapkan ada delapan standar.
Kedelapan standar itu antara lain kelulusan nasional, sarana dan prasarana pendidikan, guru, dan standar kurikulum. Namun, sampai hari ini pemerintah hanya menerapkan secara nasional, yakni standar kelulusan.
Soal sarana dan prasarana pendidikan, mutu guru, kurikulum, perpustakaan sekolah, laboratorium sekolah, dan seterusnya tidak mendapat perhatian. Mungkin sekolah-sekolah di Jakarta atau kota-kota besar sudah terpenuhi kedelapan standar itu, tetapi di daerah-daerah belum sama sekali, demikian pendapatnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan NTT ini menuturkan, pemerintah hanya menerapkan standar kelulusan nasional, tetapi mengabaikan tujuh standar lainnya. Padahal, kedelapan standar itu merupakan satu kesatuan, yang saling menunjang untuk menentukan standar kelulusan sebuah ujian nasional.
Di NTT masih banyak sekolah dasar dan menengah tidak punya laboratorium dan perpustakaan sekolah, guru-guru yang mengajar di SD 95 persen lulus sekolah menengah, ribuan sekolah dasar dan menengah tidak memiliki guru eksakta, dan partisipasi orangtua siswa masih sangat rendah.
Penetapan standar nilai kelulusan nasional tahun 2008 sebesar 50,25 saja NTT hanya menempati 65 persen untuk tingkat SMA/SMK, SMP 46 persen, dan SD 34 persen. Secara nasional, mutu pendidikan di NTT berada pada urutan terakhir dari seluruh provinsi.
Jika standar nilai kelulusan itu dinaikan lagi pada UN 2010 menjadi lebih dari 5,5 maka persentase kelulusan dalam ujian nasional (UN) makin terpuruk. Makin banyak sekolah peserta UN tidak mampu meluluskan siswa sama sekali seperti tahun 2007 dan 2008.
Apalagi kalau tidak ada upaya pembaruan dari pemda provinsi dan kabupaten/kota setelah UN tahun 2008. Semestinya kegagalan dalam UN tahun 2007 dan 2008 dievaluasi bersama untuk melihat titik lemahnya, kemudian dilakukan perbaikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga NTT Tobi Uly membenarkan, dengan kenaikan standar kelulusan itu, NTT makin terpuruk. Namun ia mengakui, sejak September 2008 telah melakukan persiapan UN bekerja sama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan guna menyusun standar kompetensi kelulusaan bayangan bagi seluruh SMP dan SMA/SMK.

Ujian Nasional Digelar April

Jakarta -- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Adapun pelaksanaan UN sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.
Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) menyampaikan, pemerintah menggunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.  "Dengan formula baru kita pertimbangkan prestasi di sekolah (yaitu) ujian sekolah dan raport digabung dengan UN," katanya saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Senin (3/1/2011).
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly menyampaikan, UN Susulan SMA/MA/SMK dilaksanakan pada 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011. Sementara UN Susulan SMP/MTs pada 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada 4 Juni 2011. "UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan oleh sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai," katanya.
Mendiknas menyampaikan, sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. "Sekolah merekapitulasi dengan mata pelajaran lain. Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan," katanya.
Mendiknas mengatakan, dari peta nilai akan dilakukan analisa tiap sekolah. Bagi sekolah-sekolah yang nilainya rendah, akan dilakukan intervensi. Kemdiknas pada 2010 telah mengintervensi dengan memberikan insentif kepada 100 kabupaten/kota yang nilai UN-nya rendah. "Kami beri dana Rp1 miliar sebagai stimulus," ujarnya.
Insentif tersebut diberikan bagi kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen dan memiliki indeks kapasitas fiskal kurang dari satu (<1). Adapun intervensi program yang dilakukan meliputi peningkatan kompetensi guru dan remedial.
Mendiknas tidak memberikan target khusus kelulusan siswa. "Justru yang menjadi target adalah kejujuran dari pelaksanaan UN. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen," katanya.
 www.kemendiknas.go.id